Rasulullah SAW adalah keturunan Nabi Ibrahim as, dari
perkawinannya dengan Hajar,istri yang kedua. Perkawinan ini mendapatkan putra,
Nabi Ismail as.
Suku Quraisy adalah keturunan Fihr, yang dinamakan
juga Quraisy, yang berarti saudagar. Ia hidup di abad 3 Masehi. Fihr adalah
keturunan Ma’ad. Ma’ad adalah anak Adnan yang merupakan keturunan langsung dari
Nabi Ismail as.
Qushay, salah seorang keturunan Fihr yang hidup di
abad 5 Masehi, berhasil mempersatukan semua suku Quraisy, dan menguasai seluruh
Hijaz, yaitu daerah selatan Jazirah Arab, yang di dalamnya terdapat kota
Makkah, Madinah, Ta’if, dan Jeddah. Ia memperbaiki Ka’bah, mendirikan istana,
menarik pajak, dan menyediakan makan serta air peziarah Ka’bah yang datang setahun
sekali. Tradisi ziarah ini sekarang, di masa Islam, menjadi ibadah haji..
Qushai meninggal tahun 480 M. Posisinya digantikan putranya, Abdud Dar.
Anak kedua Qushai, Abdul Manaf, lebih disegani warga.
Anak Abdul Manaf adalah Muthalib, serta kembar siam Hasyim dan Abdu Syam yang
harus dipisah dengan pisau. Anak-anak Abdul Manaf mencoba merebut hak menjaga
Baitullah dari anak-anak Abdud-Dar yang kurang berwibawa di masyarakat.
Sepeninggal Abdud Dar, terjadilah sengketa antara
keturunan Abdud Dar dan anak-anak Abdul Manaf. Selanjutnya diadakan pembagian
tugas. Abdus Syam, anak Abdul Manaf, bertugas menyediakan air dan mengumpulkan
pajak. Sedangkan cucu-cucu Abdud Daar bertugas menjaga Ka’bah, istana, dan
bendera peperangan.
Setelah beberapa waktu Abdus Syam menyerahkan tugas
ini kepada adiknya, Hasyim. Hasyim merupakan seorang tokoh terkenal di negeri
Arab pada waktu itu karena keberanian dan kejujurannya. Anak Abdu Syam, Umayah,
mencoba merebut mandat itu. Hakim memutuskan bahwa hak tersebut tetap pada
Hasyim. Umayah, sesuai perjanjian, dipaksa meninggalkan Makkah. Salah seorang
keturunan Umayah adalah Abu Sofyan. Putra Abu Sofyan, Muawiyah, kelak
mendirikan dinasti Umayah.
Hasyim menikah dengan Salma binti Amr dari Bani
Khazraj, perempuan sangat terhormat di Yatsrib atau Madinah. Mereka berputra
Syaibah, yang dikenal juga dengan nama Abdul Muthalib. Abdul Muthalib inilah
kakek Rasulullah SAW.
Hasyim meninggal tahun 510 M, dan posisinya digantikan
saudaranya, Muthalib. Sepeninggal Muthalib tanggung jawab kekuasaannya dipegang
oleh Abdul Muthalib. Abdul Muthalib mula-mula tinggal di Madinah sampai
Muthalib yang menggantikan Hasyim wafat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar